Tetesan Kejujuran Anak Kecil
Membaca catatan gombal tentang semakin sempitnya waktu bagi orang tua untuk anaknya, saya jadi inget email yang dikirm rekan beberapa waktu yang lalu. Berikut kutipannya.
Si Tio kecil melihat mobil papanya lewat di depan sekolah dan parkir di dekat semak belukar. Karena rasa ingin tahunya yang besar, sambil tengok liat kiri-kanan, ada bu Guru atau gak, Tio kecil mengendap-endap mendekati mobil papanya dan melihat papanya dan Tante Nancy saling berpelukan di balik semak-semak.
Tio terus menikmati pertunjukkan itu sampai selesai. Dan ia merasa sangat tegang dan tidak sabar untuk menceritakan pengalamannya pada sang Mama.
Pulang sekolah, Tio langsung mencari Mamanya di dapur dan dengan sangat antusias mengatakan,
“Ma.. tadi Tio lihat Papa dan Tante Nancy dekat semak-semak di depan sekolah. Tio pergi ke sana dan lihat Papa ciumin bibir Tante Nancy dan ngebuka bajunya Tante Nancy, trus Tante Nancy juga ngebukain celananya Papa, trus Tante Nancy……”
Pada saat tersebut sang Mama langsung memotong pembicaraan dan mengatakan,
“Tio sayang, simpan dulu ceritamu ya! Mama mau denger lagi nanti saat makan malam. Kita pengen lihat khan gimana wajah Papa waktu dengerin cerita kamu ??” Dan si Tio kecil-pun setuju.
Pada saat makan malam bersama, si Tio kecil mulai bercerita lagi dari awal..
“Tadi Tio lihat Papa dan Tante Nancy dekat semak-semak di depan sekolah. Tio pergi ke sana dan lihat papa ciumin bibir Tante Nancy, dan ngebuka bajunya Tante Nancy.”
Terlihat papanya mulai berkeringat, lalu Tio melanjutkan,
“…trus Tante Nancy juga ngebuka’in celananya Papa, trus Tante Nancy dan Papa mulai melakukan hal yang sama seperti yang pernah dilakukan Mama sama Om Dodi waktu Papa ke luar negeri itu lho….”
Mama dan Papa, “?#$%?&?@?*??#??”.. . Tiiiioooooo!!!
Moral dari cerita joke tersebut adalah,
- apa yang kita kerjakan, akan terekam sempurna di benak anak kita, tanpa dapat kita cegah, akhirnya keluar dengan segala kepolosannya.
- jangan selalu merasa arogan sebagai orang tua yang superior terhadap anak. jangan memotong kata-kata yang sedang diucapkan anak kita, siapa tau berguna atau sebaliknya malah menjadi senjata makan tuan.
Catatan yg mungkin terkait:
1,019 views
December 15th, 2006 19:54
Jadi saudara-saudara, skor sementara adalah satu sama. Kita tunggu kelanjutannya, siapa yang akan jadi juara. Tapi kasihan wasitnya ya. Masa sih anak kecil harus terlibat? Duh menyedihkan. Udah gitu namanya Tio lagi.
December 15th, 2006 20:58
Moral cerita yang menyentuh dari sebuah cerita humor yang sering dianggap sekedar lelucon. Just joke. Padahal, benar, maknanya dalem. Tapi ngomong-ngomong soal nama Tio, jangan-jangan nama Tio memang ditakdirkan untuk menjadi nama para pengamat kehidupan. Seperti Paman Tyo. Bagaimana Paman Tyo?
December 16th, 2006 02:44
Hahahaha..
iya, namanya kok tio ya? mirip blogger yang aku kenal..
–budiw
December 22nd, 2006 02:58
cerita serupa :
sepasang manusia sedang bercinta, tiba2 sang wanita berkata “ssst ada mobil berhenti di depan rumah…GAWAT!!”
sang pria segera loncat ke kolong tempat tidur
tak lama kemudian sang laki2 berkata :” HEYY bukankah gw suami mu??”
sang wanita juga bingung, dan gak mau kalah menjawab : “LHA lalu kenapa kamu nyumput??”
@##&**&….????
September 5th, 2008 22:29
pesan moral yang sangat menarik..
hehehe..
* pesan..kesamaan atau pun kemiripan karakter atau nama pada kejadian diatas adalah secara tidak sengaja. Kejadian diatas hanyalah fiksi belaka..
hehehe..ngebela paman TYO..