Menguji cinta sejati dengan embun
Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan,
Mereka yang ingin bahagia sendiri, janganlah kawin. Karena yang penting dalam perkawinan ialah membuat pihak yang lain bahagia.
Mereka yang ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah mengerti pasangannya.
Secara saya yang masih mencari pasangan hidup yang ‘ideal’, seringkali saya dihadapkan kepada ujian-ujian yang membuat saya tidak mampu memahami hidup. Ketika pertama saya membaca petikan diatas, saya baru mengerti tentang arti dicintai dan mencintai. Seperti seorang bayi yang belajar berdiri.
Selain itu, saya juga baru menemukan artikel tentang ujian-ujian hidup ketika kita ingin mengenal pasangan hidup kita sebenarnya. Diakah jodoh saya?? Ujian tersebut adalah ‘STARED’:
Ujian 1 : Sharing (Saling berbagi)
Bisakah kita saling terbuka, dan berbagi.?
Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu?
Apakah aku ingin bahagia dan juga membuat ia bahagia?
Cinta sejati, ingin merasakan bersama, ingin saling memberi arti, tidak hanya memikirkan diri tetapi juga memikirkan yang lainnya, mengulurkan tangan. Jika kita membaca sesuatu yang baik, apakah kita punya keinginan untuk membagikanny? Jika kita memiliki suat pengalaman yang inspirasional, apakah kita akan menceritakannya?
Ujian 2 : Timing (Waktu yang dibutuhkan untuk saling mengenal)
Berapa lamakah kita saling mengenal?
Cukupkah kita tahu tentang pasangan kita?
Apakah cinta kita sudah melewati satu siklus musim kemarau dan musim hujan?
Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. “Sudah berapa lama kalian saling mencintai?” tanya saya. “Sudah tiga, hampir empat minggu,” jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah.
Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, “Jangan kawin sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu.”
Ujian 3 : Accepting (Mau menerima)
Apakah kita egois, hanya mau bahagia tanpa mau membahagiakan?
Apakah kita mencintai tubuhnya ataukah jiwanya?
Pendeta bercerita, “Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya. Dia sangat risau, “Aku sangat mencintai tunanganku,” katanya, “tapi aku tak tahan caranya dia makan apel.” Gelak tawa penuh pengertian memenuhi ruangan…”
Jangan berusaha mengubah orang lain, itu akan sia-sia. Ubahlah dirimu.
Ujian 4 : Respecting (Hormat dan bangga)
Apakah aku selalu menghargai dia sebagai pasanganku?
Apakah kita malu jika kita berjalan bergandengan?
Apakah aku bangga akan pasanganku?
Apakah kita sungguh ingin, pasangan kita sebagai bapak / ibu dari anak-anakku kelak?
Jika semua jawaban adalah ‘Ya’. Itulah cinta anda, jodoh anda.
Ujian 5 : Empowering (Saling menguatkan)
Apakah pasangan kita mampu memberi warna baru dalam hidup kita?
Apakah hubungan kita mampu memberi semangat baru? kreatifitas baru?
Cinta sejati akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreatif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi.
Ujian 6 : Disputing (Pertengkaran)
Pernahkah kita bertengkar, bahkan boleh dikata berperang?
Apakah kita berhasil melewatinya dan saling memaafkan?
Pendeta bercerita, Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu
menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar -
tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar
bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, “Ah, belum pernah, pak,
kami saling mencintai.” Saya katakan kepada mereka, “Bertengkarlah dahulu
barulah akan kukawinkan kalian.” Persoalannya tentulah, bukan
pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi. Kemampuan
ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian
pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang “dibutuhkan” sebelum
kawin.
Sumber: Disadur dan diolah dari sini.
Catatan yg mungkin terkait:
600 views
December 26th, 2007 16:08
baru 1tahun,sudah mengalami semua hal diatas..apa dia jodoh says?semoga..*berharap mode on*