Tetes Embun di Ketawang Gede: Desa 1000 Rental Komputer (1988-2006)

Menyebut nama Ketawanggede Malang, aku langsung teringat dengan yang namanya rental komputer. Kenapa? Di satu wilayah desa saja, tercatat tidak kurang dari 70 rental baik besar maupun kecil, maju atau berkembang, atau yg sudah sekarat. Berlokasi di barat laut kota Malang, tepatnya, tepat, persis, ndak salah lagi, tempat yang sama dengan Universitas Brawijaya Malang. Soalnya Unibraw emang terletak di desa Ketawang Gede Malang, seperti halnya UGM di Bulaksumur Yogya, atau Unair di Karangmenjangan Surabaya.

TAHUN 1988
Dimulai tahun 1988 saat aku mulai masuk SMU (dulu namnya SMA) ada ekstrakulikuler kumputer. Bingung karena gak punya komputer sendiri, beruntung di sekitar rumah aku ada sebuah rental komputer. (namanya lupa).
Waktu itu kalo gak salah yang punya namnya pak Hifni (lengkapnya gak tau…). Kata temen2 dia dosen Fak. Teknik Univ. Brawijaya Malang. Letaknya di jalan Gajayana, nomor (lupa). Jl Gajayana tidak termasuk ke wilayah Ketawang Gede, melainkan Dinoyo

Yang kuingat saat itu, komputer hanya ada 5 biji, model XT, monitor monochrome warna hijau 2 buah, B/W ada 3 buah. Per jam 750 perak. (Ukuran tahun 1988… termasuk mahal banget)
Untuk menghidupkan komputer, harus pinjam disket DOS ke operator, ukuran 5¼ inch. Tipis kaya kertas, kapasitasnya cuman 360 kb (Double Density). DOS masih pake versi 2.0 dan untuk ngetik pake program Wordstar 4.0. Belum ada yg namnya MS Windows. Bentuk mouse aja gak kebayang. Bootingnya aja 3 menitan.
Rental ini lumayan ramai, karena merupakan hal baru. Mahasiswa waktu itu masih mengetik pake mesin ketik.
Printer yang digunakan paling banter adalah Epson LX-800. Itupun ngeprint mahal banget untuk ukuran saat itu, yaitu Rp 200/lbr (sama dengan naik angkot sekali jalan)
Bahasa pemrograman yang umum saat itu adalah BASICA dan COBOL (jadul banget)
Seingatku, BASICA adalah awal perkenalanku dengan yang namanya program komputer

Tahun 1989
Menginjak tahun 1989, muncul sebuah rental di wilayah Ketawang Gede, yaitu SENTONO 75. Nama SENTONO 75 diambil dari lokasi di Jalan Kertosentono no. 75. Mungkin aku bisa katakan, inilah cikal-bakal beridirinya sebutan desa 1000 rental untuk Ketawang Gede.
Aku ingat betul siapa pendirinya yaitu mas Mu’bien (Ekonomi) dan mas Yusuf Wibisono (Teknik). Mereka masih satu famili yang sama-sama masuk ke Unibraw angk 88. Mereka dibantu oleh orang yang sangat baik hati sdr. Tarwiyanto (halo mas Tar…). Aku kenal mereka sebab merekalah yang ngajarin aku komputer, dan disinilah kehidupan digitalku sebenar-benarnya mulai. Rental ini belum menerapkan prisip-prinsip ekonomi bisnis, tetapi masih memakai pola public service, yaitu melayani, memperkenalkan dan mengedukasi customer agar mengerti apa itu komputer.
Hardware belum berkembang terlalu pesat. Hanya sudah mulai memakai monitor 4 warna CGA.
OS yang dipakai masih DOS versi 2.2
Waktu itu, materi yg aku dapatin dari SMU adalah BASICA dan WordStar 4.0. Di Rental ini aku diperkenalkan dengan GAME, TRIVIA, DEBUG, Autoexec.bat dan Wordstar 5.0
Software yang beredar saat itu (di Malang) masih berbasis text semua, mulai dari Wordstar, Lotus 123, DBase II, BASIC, GWBasic.
Makanya ketika ada temen yg ngasih program baru, kita (aku ama temen2 SMU).. seneng banget. Program baru tersebut untuk membikin banner, namanaya “Banner Mania” kalo gak salah dari broderbund. Gak tau sekarang masih idup gak?? Game-games aja masih berbasis text, pake program basic.

Satu yang masih aku inget dan bikin senyum, ada batch file namana PIPSHOW.BAT, kalau dijalankan akan menampilkan animasi 3 scene gambar perempuan (kotak-kotak 16 warna) dimana scene (1) masih berapakaian, (2) mulai bikini (3) bugil, trus looping gitu terus. Itu aja udah heboh, temen sekelas pengen pada liat.

kadang kalau ingat itu, suka ngiri sama anak sekarang, mau liat bokep tersedia bebas, mau lihat video porno pejabat, juga ada *sssgh*

Kemudian mulai masuk software-software baru berbasis grafis di DOS. Diantaranya “Print Master”. Program ini merupakan andalan para mahasiswa untuk membuat cover skripsi. Fonts nya cuman ada 20 model, gak bisa ditambah. Saat itu baru mengenal istilah GUI dan WYSIWYG. GUI = Graphics User Interface, adalah tampilan komputer untuk berinteraksi dengan user secara grafis, nggak teks lagi. WYSIWYG = What You See Is What You Get (ada yg mau ngejelasin??)
Karena mereka (Sentono-75) adalah pioner untuk bisnis rental ini, perkembangannya sangat pesat dan dalam waktu 5 bulan sudah berhasil menembah 3 unit komputer. Pelanggan komputer sangat banyak, sampai antri.
Pembayaran dihitung berdasarkan pemakaian per jam.

Selain melayani rental, juga melayani pengetikan komputer, yang dihitung bedasarkan jumlah spasi, margin kertas. Di jaman tersebut (doktrin orde baru), yang namanya skripsi adalah font harus Times New Roman, Spasi baris harus 2 , nomor halaman di pojok kanan atas, dan kertas pakai A4 70 gram. Lain itu nggak boleh. gak bakalan lulus. Masa ini adalah era SENTONO 75 berada di puncak kejayaan sebagai rental pertama di ketawang gede.

Setelah itu mulai muncul kompetitor yaitu, ZIGZAG (Kertoasri), PUSPA (Watugong). Kemudian hari SENTONO 75 berubah nama menjadi RAJAWALI, seiring dengan pindah tempat ke tempat yang lebih representatif, di Jl. Kertorahardjo 48. Jl Kertorahardjo adalah jalan poros utama yang membelah desa Ketawang Gede, lebih strategis.
Di pertengahan tahun 1990, DOS sudah menjadi versi 3.0 dan Wordstar versi 5.0

Tahun 1990 - 1992
Masa ini boleh dibilang sebagai masa berkembangnya bisnis rental di Ketawang Gede, setelah diawali oleh team RAJAWALI, kemudian mulai muncul investor lumayan besar yaitu SILUET (Kertosentono), PERKASA(Kertosentono). Boleh dibilang, Jl Kertosentono adalah jalur emas untuk bisnis kemahasiswaan, karena traffic pejalan kaki mahasiswa disini hampir 60% dari total keseluruhan desa KetawangGede (red: prediksi pribadi).

Munculnya dua rental tersebut, menandai dimulainya rental komputer sebagai bisnis investasi, dan bukan lagi sekedar public service. Hal ini ditandai denga mulai berjamurnya rental di seluruh penjuru Ketawang Gede. Hardware yg ditawarkanpun mulai beragam, ada yg masih memakai XT namun mulai ada yang memakai Intel 286. Monitor mulai berkembang menjadi EGA. Boleh disebut diantaranya (yg masih keinget) OCTOPUS (Kertosentono), CREATIVE (Kertopamuji)

Di masa ini mulai terpikirkan efisiensi. Kalau era sebelumnya masih naif, semua asesoris serba orisinil, disini mulai ada namanya “re-ink pita”. Semua rental berupaya menemukan cara reink terbaik. Salah satu yang aku ingat adalah pita printer LX-800 diolesi dengan tinta sheet cetak stensil dengan pelarut minyak telon, dan dijemur selama 4 hari.
Lalu yang merasa memiliki metode re-ink paling baik, menawarkan bisnis baru, “Disini Melayani ReInk Pita Printer”. Oya bisnis lain yang nggak kalah ramai yaitu bisnis disket, mulai yang bagus hingga palsu. Merek disket yang terkenal waktu itu adalah FUJI, 3M, Verbatim, Maxell, Dysan. semuanya di ukuran 5¼ inch.
Perkembangan Hardware tertinggi adalah Intel386-DX, dengan versi DOS lebih tinggi yaitu versi 4.0. Di era ini mulai muncul format disket 3,5 inch DD dgn kapasitas 760KB, sementara floppy 5¼ inch mengenal istilah HD (High Density) dengan kapasitas 1,2 M. Jadi kalau ada yg mau bisnis rental atau membeli komputer baru, yang selalu ditanayakan calon pembeli adalah “ada floppy HD gak???

Rental yang muncul di era ini sebenarnya banyak, cuman gak keinget semua, Salah satu Beberapa yg masih aku inget adalah MASAYU (Kertorahardjo), AMANAH (Kertoraharjo), MAHAMERU (Kertorejo), AZIMUTH (Kertorejo). GURKHA (Dinoyo), CENTRAL (Kertosentono), DECHA (Kertosentono), ANJASMORO (Kertorejo) AN-NISA (Kertobumi), PUSPA (Watugong) BIMA (Kertorahayu)
Salah satu software yang mulai ngetrend yaitu ChiWriter 3.15  yang begitu populer sebagai pengolah kata buat anak teknik karena bisa menghasilkan tampilan rumus/formula secara luar bisa. Nampaknya ini merupakan cikal bakal wordprocessor grafis di komputer.
Hampir lupa, andalan aku waktu bikin cover… “News Master II”. Kenapa andalan?.. hal ini karena aku bisa menyisipkan logo Universitas Brawijaya… hebat deh.. (waktu itu)

Tahun 1992 - 1994
Di tahun-tahun ini yang nampak berkembang adalah inovasi di bidang pelayanan. Jadi rental-rental berlomba memberikan servis terbaik kepada konsumen sampai hancur-hancuran masalah harga rental per jam. Seingat aku, ini merupakan salah satu sebab pecahnya rental PERKASA menjadi dua. Satu masih tetap memakai nama PERKASA, yang satunya memakai nama ‘GANESHA’. Keduanya masih di jalan kertosentono, berhadap-hadapan pula. Tercatat juga DECHA tumbang dan beralih dengan nama MEGA (Kertosentono). CENTRAL ganti pemilik menjadi VISA.

Kemudian muncullah seseorang yang kelak menandai mulainya era hi tech di kawasan Ketawang Gede. Orang memanggil dia ‘BANYAK’ (ind: angsa), tidak benyak orang tau nama sebenarnya, tapi yang aku tahu namanya adalah Rudi. Sayang aku gak begitu dalam kenal dia dan kelompok hitech nya. Salah satu kelompok hitech tersebut adalah TINO (Valentino? Nugoro Agustino) dan TEKEK (Salehuddin). Kelak TINO akan menjadi pioner berdirinya warnet di Ketawang Gede.
Kenapa aku menyebut merekaHitech team, karena dari tangan merekalah banyak mengalir software aneh-aneh dan terbaru. Jadi era ini boleh disebut sebagai era berkembangnya tekhnologi software. Yang masih teringat adalah DOS 5.5, WS 6.1, WordPerfect 5.0, PerfectDraw 1.0, PC-Tools 3.0, NDD, Diskedit, Stacker, DoubleSpace, Animator 2.0, Fontasy, dan banyak lagi
Game mulai bagus, dimulai oleh Super Tetris, Supaplex, CD-Man, Wolfstein, lalu DOOM (3D)

Tahun 1994 - 1995
Tangan dingin mas BANYAK ini mulai terlihat hasilnya. Dia secara de-facto, memiliki hubungan yg baik dengan hanya tiga buah rental yaitu PERKASA, GANESHA dan CREATIVE MWA. Saat itu PERKASA dimiliki dan dimanage oleh ‘Sastro’ (anak Mataram, fak.Teknik), sementara MWA dimotori oleh Akhadun (Jember, fak.Ekonomi), GANESHA oleh Agus (Trenggalek)
Jadi boleh dikata, mas Banyak menularkan ilmunya ke tiga rental tersebut, dan melalui jaringan teman2 yang lain, ilmu tersebut spreading kemana-mana di seluruh kawasan Ketawang Gede. Salah satunya adalah Aku, sebagai bagian historis, adalah jembatan antara MWA dengan rental lain, karena Akhadun adalah satu fakultas dengan aku, dan DECHA dimiliki oleh teman seangaktan denganku. Jadi setiap ada ilmu baru dari Banyak –> MWA –> Aku –> DECHA.
Aku dapatin ilmu tersebut, baik secara legal maupun sedikit nyolong. Kadang aku liat si Akhadun melakukan sesuatu, aku catet dan aku pelajari. Hal ini karena dasasrnya Akhadun agak tertutup soal ilmu (rahasia perusahaan kalee…… ). (Kang Khadun, Sorry boss… ini cuman ungkapan pribadi aja)
Secara kebetulan aku berteman baik dengan DECHA, CENTRAL, RAJAWALI, MASAYU. Sehingga ilmu itu menyebar ke rental2 tersebut, and so on…….
Inilah awal pembajakan software di Ketawang Gede
Awal 1994, mulai dikenal yang namanya ‘Mouse’ karena saat itu mulai mengenal operating system heboh dari Microsoft, MS Window 3.0 (khusus di KetawangGede). Tahun ini jugalah muncul karya fenomenal dari seorang ‘Banyak’ dalam mengubah wajah bisnis rental komputer yaitu, Novell NETWARE 3.0.
Dengan keberanian dan otaknya yg cerdas, saat itu, dia berhasil meyakinkan Sastro (GANESHA) untuk membangun jaringan komputer sebagai basis rental.
Maka terbentuklah rental komputer network yang pertama dengan basis Novell Netware 3.0, Operating system DOS 6.0, pengolah kata masih Wordstar 6.5, Lotus 123 + Impress / Always, SPSS, Minitab, FoxPro 2.0, Pascal 5.5, DBase III+, Turbo Basic, Power Basic. Hampir sebagian besar software tersebut berasal dari mas Banyak atau setidaknya saran dari mas Banyak.

Sekitar akhir 1994 hingga awal 1995, pertama kalinya mulai kenal game network, yaitu munculnya WARCRAFT 1 dari Blizzard.
Software Windows 3.11 for workgroups, 3D Studio, WordPerfect 6.0, Perfect Office, MS Office, Lotus Smartsuite, CorelDraw, Pagemaker,

(1994 - 1995 under construction.. mengingat-ingat)

*below is contibuted by my friend: BAYU*

Tahun 1996
Pada tahun 1996, si Bayu datang ke Malang sebagai mahasiswa D-III Bahasa INggris Brawijaya, dengan SEPEDA KAYUH-nya (sekarang sudah dijual sih). Setelah setahun berkutat dalam studi sambil nyari tambahan duwit, sampai jualan baju segala men, si Bayu akhirnya bertemu seorang kawan (namanya AGAN, master of game — selalu menang sih).

Pada tahun 1997, temannya itulah yang memperkenalkan si Bayu dengan dunia perentalan di Ketawang Gede.

Rental perkenalan itu namanya INZAT-2 (sekarang ONE WANTA), di bilangan jalan kertoraharjo. Sedangkan pusatnya, INZAT-1 (sekarang ditempatin Depot 41) ada di pertigaan jalan kertoraharjo dalam.
Si Bayu bekerja sebagai translator panggilan (freelance) untuk INZAT-2, kadangkala INZAT-1, selama setahun. INZAT-2 yang tadinya seperti franchise corporation, kemudian merger dengan INZAT-1 pada tahun 1997-1998 (seingat gue). Tahun 1998, CENIK Com muncul mengiringi persaingan di ruas KERTORAHARJO, selain BRAFA Comp.

1999, persaingan semakin ketat. Si Bayu sampai dobel kerja jadi translator di dua rental. Banyak rental bermunculan, seperti ONEWANTA (udah disebutin), STAR COMP (tempat si Bayu sekarang — where he works until now 2006).
Masa sibuk, tapi persaingan mengetat sampai tahun 2002.
Tahun 2003 banyak rental berguguran termasuk CENIK, sejumlah rental kecil di Jl. Kertosentono.
Pemain besar di Jalan Kertosentono, GANESHA, SILUET, dan di Kertopamuji, ADIJASA COMP, masih tetap berdiri. BErbicara pemain tetap di ruas wilayah utara (Jalan KErtoraharjo sampai wilayah sentra di Jalan KErtosentono), yang terlihat hanya ada dua pemain: ONE WANTA dan STAR. Lainnya bermain di jalan persimpangan dengan ruas jalan kertoraharjo, seperti EL FIKRI (kertorahayu timur), METRO (kertorahayu barat), dsb.

Mengurut ke selatan, kita bisa menemukan EDO COM, KERAPU, KERPAM, dan beberapa rental kecil sebagai pesaing ADI JASA. Tapi, banyak dari rental tersebut sudah berganti nama, orang, ataupun pindah tempat. (musiman sih).

Well, guys, Si Bayu sekarang masih bekerja di STAR COMP sebagai translator tetap (naik pangkat nich).

————————————————————–

Buat teman-teman yang kebetulan membaca dan pernah terlibat dalam history ini, mohon ada yang mau nambah atau koreksi memory historical, biar lengkap dan benar ceritanya….

Ntar akan aku coba cari bekas-bekas foto Ketawang Gede waktu itu. (Kalo ada yg punya boleh juga sumbangan fotonya)

Catatan yg mungkin terkait:


1,367 views

7 Responses to “Tetes Embun di Ketawang Gede: Desa 1000 Rental Komputer (1988-2006)

  • 1
    Achadun
    January 12th, 2007 18:01

    Sejarahe salah tak protes

    ya itulah fungsinya pembaca, kritik - koreksi - pembetulan, supaya ndak ilang sejarahnya…. Masih ingat program ’Format 41′ nggak?  (Ditunggu tambahan materi sejarahnya)

  • 2
    Heindrick
    January 29th, 2007 21:04

    Kurang ajar… rental ku ra disebutne…… Sebelum insat rayacomputer berdiri taun 1994 sampe 1997

    mangkane… silakan register saja… ntar aku approve, terus kamu tulis… sejarah-nyaaaaaaaaaa

  • 3
    QQ
    November 20th, 2007 10:31

    wah, aku jadi inget dulu ngrental di kersen buat bikin skripsi…embuh masih ada ga tuh rentalannya

  • 4
    Rajanya Rental (Sewa) Komputer
    January 24th, 2008 22:09

    Apakah di Ketawang Gede ada perusahaan rental komputer untuk instansi (perusahaan)? Yang bukan rental pengetikan biasa seperti yang disebutkan di atas.

  • 5
    WongBagus
    January 25th, 2008 19:35

    Sepertinya ada deh mas RajaRental… lewat Japri aja deh….

  • 6
    miko
    March 7th, 2008 20:23

    wah sejarahe lumayan lengkap sam.
    aku mulai ndek malang tahun 1995. jaman sak munu nek ngrental cuman nang sentral (mas arip, nek ga salah) trus nang mega comp. (mas lutfi).
    sampai mega bunyar trus podo pindah nang jl. gajayana (cedhak warung prambos) dadi edo.comp. aku setia ngerental mrunu coz akeh game-me trus iso main jaringan. Waktu itu gawe novell.
    sampai terakhir edo.comp pindah nang kertoraharjo (cedhak kom.hmi).
    kayaknya sampai sekarang masih eksis tuh mas lutfi dengan edo.comp-nya.

  • 7
    Gondronk
    March 9th, 2008 13:12

    @miko
    Koreksi deh, bukan Lutfi, tetapi mas Lulut.
    Sudah punya kids lucu-lucu…

Leave a Reply

lupis

1,367 views