Istilah-istilah berembun

Istilah, kadang berlarian di sekeliling kita tanpa makna, namun tak jarang penuh maksud yang kita sendiripun seringkali tidak mengerti. Istilah, suatu kata yang mengisyaratkan sesuatu yang untuk menjelaskan suatu maksud/benda tertentu. Istilah tidak terbatas barang/jasa, nyata/maya, tetapi merupakan kata yang memiliki arti.

Beberapa waktu yang lalu, sering saya temui beberapa istilah baru yang saya sendiri baru mendengarnya. Istilah-istilah tersebut kebanyakan adalah istilah asing. Entah dari bahasa Inggris, Latin, India, Norway, dan lain-lain. Dalam catatan saya masih ada sedikit istilah yang perlu diketahui untuk menambah khasanan kata kita. Daftar berikut akan selalu terupdate seiring dengan pendengaran saya.

  • Narsis : (Narcissism) Merupakan istilah yang menggambarkan suatu sikap yang membanggakan diri sendiri (cinta diri yang berlebihan) dan beranggapan bahwa dirinyalah yang terbaik.
  • Poliglot : (Polyglot)Seseorang yang memiliki kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa. Terbagi ke beberapa istilah turunan yaitu ‘bilingual’, ‘ trilingual’,'multilingual’
  • Narkolepsi : (Narcolepsy), suatu kondisi psikis tertentu, tepatnya disebut keunikan seseorang, dimana dia bisa tertidur dimana saja, kapan saja namun masih bisa mengingat kondisi sekitar dan perkataan orang-orang di sekitarnya, layaknya orang yang terjaga.
  • Oxymoron: Istilah yang saling bertolak belakang. Contohnya: Rahasia umum (rahasia kok umum), Perbedaan sama (perbedaan kok sama), Sumbangan wajib (sumbangan kan tidak wajib). Ada yang bisa menambahkan oxymoron?
  • Hiatus: Menunjukan suatu keadaan idle / jeda. Dalam dunia kerja, dikenal istilah Reses/Rehat, dalam musik dikenal istilah jeda not, dan dalam kaidah bahasa, dikenal jeda antar dua vokal seperti kooperatip, koordinator
  • Ad Hominem: genaeralisasi suatu anggapan. (Gebyah-uyah: jawa). Contohnya anggota DPR memang korup semua. padahal sebenarnya hanya 89% yang korup.
  • Tu Quoque (Tuqoqé): Menghakimi seseorang dengan sesuatu yang kita sendiri melakukannya. contoh: ‘Dasar kamu cuma bisa omong doank!’ Padahal belum tentu si pengumpat pernah memberi kontribusi nyata.

Ada yang mau menambahkan istilah baru lainnya /mengkoreksinya?

Catatan yg mungkin terkait:


338 views

Leave a Reply

jenang

338 views