Siapa Sang Embun
Ini kisah tentang Sang Embun si empunya catatan.
Dia hanyalah seonggok daging yang bergerak di bawah cakrawala. Mencoba mengartikan hidup yang penuh ketidak pastian.
Most interest:: Pecel, lalap lele, kakap bakar, viewfinder, kelana, mountain, forest, chess, soccer, books, drama, enchanted melody, relax, smooth jazz, pop indonesia, old-fashioned, jadul, graphics design, desktop publishing, database engineering, animation.
Stuff : DuPont, sony ericsson K-630i, Macbook, iPod shuffle, Axis, IM3, IM2, LA lights menthol, Bvlgari Extrême, Aigner Clearday, Polo Sport, Sony Cybershot W55, D-Link, Blangkon.
Fan of : Soekarno, Pramoedya A. Toer, SH Mintardja, Kho Ping Hoo, Robert Kiyosaki, Warren Buffet, Josh Groban, Gloria Estefan, Chrisye, Iwan Fals, ABBA, Nicky Astria
Saat ini aktifitas blog lebih banyak di Surabaya. Mengisi sebagian besar hidup di Malang, meskipun lahirnya asli dari Bali…tar medio 70?an, masih bau kencur.

Catatan-catatan kecil ini dibuat lebih sebagai bahan referensi dan kliping yang tidak berkaitan langsung dengan pihak, perusahaan, atau pribadi manapun. Semua artikel murni timbul dari diri sendiri. Walau kadang dapat contekan dari catatan orang lain.
Bila diantara tulisan saya ada yang menyinggung secara pembaca atau ada materi yang merupakan hak cipta, mohon maaf dan mohon sudi menegur. Bukan maksud saya jika harus menyinggung, hanya tangan yang gatal ini saja yang tidak tahu aturan.
Awalnya pengen blog ini serius untuk mencatat kisah-kisah inspirational dan memberi motivasi, namun ternyata kemampuan benak saya dalam bertutur mengantar saya menjadikan blog ini kepingan catatan yang tak berarti.
Menghubungi saya:
plurk: lihat timeline saya.
Kirim offline message:
[contact-form 1 "Contact form 1"]


