Sugeng Paskah
04.Apr.2010 | By WongBagus | Category: Istimewa, Renungan | Reader: 485 |Sebuah cerita tentang paskah.
Hari ini hari minggu. Dua hari setelah hari Jumat, atau hari ketiga sejak Jumat Agung, dimana semua umat kristiani mengikuti prosesi misa / kebhaktian untuk memperingati Paskah. Memperingati kebangkitan Kristus dari maut pada hari ke tiga (setelah wafat). Kubur Yesus sudah kosong.
Paskah dalam beberapa hal diartikan sebagai pelepasan, pengampunan, pembebasan. Manusia bebas dari dosa. Paskah dalam arti kristen (pengikut Kristus) adalah pelepasan dan pengampunan dosa. Dalam ritual liturgi Katholik, proses Paskah dimulai sejak Rabu Abu, dimana dimulai 40 hari sebelum wafat Kristus, untuk berpuasa dan pantang.
Selama 40 hari semua orang katholik harus berpantang dan puasa dan seiring dengan wafat Yesus di salib, maka disalibkanlah juga dosa-dosa manusia. Dan ketika Yesus bangkit, maka mautpun telah dikalahkanNya. Maut tidak berkuasa atasNya. Karena upah dosa adalah maut, dan Yesus, Anak Manusia itu, telah mengalahkan maut, maka demikian pula, arti paskah adalah kemenangan manusia terhadap dosa.
Bukan berarti jika kita sudah berpuasa, kemudian ikut paskah kita jadi kebal terhadap dosa dan boleh bertindak semaunya. Kita tetap harus bertobat sejak dalam pikiran. Sebab jika kita sudah berpikiran jelek dan jahat, sesungguhnya kita sudah berdosa.
Oleh sebab itu, Yesus selalu memperingatkan, “… berhati-hatilah supaya kamu tidak jatuh, sebab roh memang kuat namun daging itu lemah..” dimana kita mungkin bisa bertahan dari dosa sebatas nalar dan iman, tetapi seringkali kalah ketika dihadapkan pada realitas duniawi.
Jadi, janganlah pernah menghakimi orang lain sebagai pendosa, dan menganggap diri lebih benar, “.. Janganlah menghakimi orang lain, supaya kalian sendiri juga jangan dihakimi oleh Allah… Sebab sebagaimana kalian menghakimi orang lain, begitu juga Allah akan menghakimi kalian. Dan ukuran yang kalian pakai untuk orang lain, akan dipakai juga oleh Allah untuk kalian. .…”
Jadi, ‘..barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu..’ adalah tepat dikatakan oleh Yesus kepada kaum farisi dan ahli Taurat yang ingin menghakimi wanita pendosa (pelacur) dengan menyuruh Yesus untuk menghukum rajam batu.
Pengampunan bukan saja mengampuni dan memaafkan perbuatan orang lain, tetapi lebih terhadap diri sendiri. Ampunilah dirimu, berdamailah dengan masalah-masalahmu. Jika ada orang lain yang menyakitimu, mengampuni bukan berarti memaafkan dan membiarkan ia melakukannya, namun tegurlah dan berdamailah dengan masalah itu. Maka kelegaan dan kebebasan hati akan kita peroleh. Kembali kosong.
SELAMAT PASKAH !! Tuhan memberkati.. Aleluya.
*kok koyok romo aku??!*




