Permintaan Natal terbaik
24.Dec.2009 | By WongBagus | Category: Inspirasi | Reader: 412 |Di station radio WJLT di Fort Wayne,Indiana, surat-surat yang datang untuk mengikuti lomba permohonan natal tumpah ruah seperti air bah. Ketika surat Amy tiba distation radio itu, manajer Lee Tobin membacanya dengan cermat.
Santa Klaus yang baik,
Nama saya Amy. Saya berusia sembilan tahun. Saya mempunyai masalah di sekolah. Dapatkah Anda menolong saya ya Santa? Anak-anak menertawakan saya karena cara berjalan saya, cara berlari saya dan cara berbicara saya, Saya menderita celebral palsy. Saya hanya meminta satu hari saja yang dapat saya lewati tanpa ada orang menertawai atau mengejek saya.
Sayang selalu
Amy
Hati Lee Tobin terasa nyeri ketika membaca surat itu:Ia tahu celebral palsy adalah kelainan otot yang tampak aneh bagi teman-teman sekolah Amy. Menurutnya ada baiknya bila semua orang di Fort Wayne mendengar tentang gadis cilik dengan permohonan natal yang tidak lazim. Pak Tobin menelpon sebuah koran setempat.
kesesokan harinya, foto Amy dan suratnya kepada Santa mengisi halaman depan The News Sentinel. Kisah itu menyebar dengan cepat. Surat kabar, semua stasiun radio dan TV diseluruh negeri memberitakan kisah gadis cilik di Fort Wayne, Indiana yang hanya mengajukan permohonan sederhana, namun baginya merupakan hadiah natal paling istimewa ’satu hari tanpa ejekan’.
Banyak orang berterimakasih kepada Amy atas keberaniannya mengungkapkan isi hatinya. Berbagai dukungan dan suport berdatangan dalam bentuk surat dari berbagai negeri baik dari orang dewasa dan anak-anak.
Permohonan Amy untuk menikmati satu hari khusus tanpa ada yang mengganggu terpenuhi disekolahnya, South Wayne Elementary School. Guru dan murid berdiskusi tentang bagaimana perasaan orang yang diejek. Tahun itu walikota Fort Wayne secara resmi menyatakan tgl 21 Desember sebagai hari Amy Jo Hagadorn untuk seluruh kota. Walikota menerangkan bahwa dengan keberanian mengajukan permohonan seperti itu, Amy mengajarkan sebuah pelajaran universal “siapapun ingin dan berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat dan hangat.”
Alan D.Shultz
-chicken soup-


