Diagonal Advertising Banner Design

Embun pedes di Iwak Pe.

27.May.2007 | By Embun | Category: Istimewa, Kuliner | Reader: 867 |

“Wuuuiiihh puanas banget…”
Memang dulu sebelum hidup di Surabaya, saya tinggal lama di Malang. Jadi ketika mengalami yang namanya panas terik, sambatnya minta ampun.
Kali ini saya hanya ingin bermalas-malasan saja. Tidur molor. Tak terasa jam di dinding sudah menunjukkan pukul 12.30. Perut sudah mulai teriak-teriak.
Ya sudah, habis mandi and gosok gigi, aku ambil kontak motor, dan cuma dengan celana kolor pendek kuajak si ‘Supri’ keliling kota. Supri adalah panggilanku ke motor Supra-X 125 yang sudah setia mengantar saya kemana-mana.

Keliling-keliling, tempat makan favorit saya ‘Gudeg bu Sugio Tugio’ udah tutup. Lalu muter-muter ke sekitar stasiun GUbeng,inget sama warung pak Samadji
Dulu warung ini letaknya di pinggir jalan raya Gubeng, didepan stasiun lama (sebelah barat). Kami menyebutnya warung reformasi, karena murah disaat warung lain mahal.
Karena adanya ‘kekuasaan’ yang lebih besar, akhirnya beliau harus rela tempat usahanya digusur dan pindah ke sebelah timur stasiun.

Hari ini menu yang saya pilih adalah lodeh terong dan iwak Pe. Iwak Pe adalah sejenis ikan pari kecil. Kebetulan saya mendapat potongan sebelah ekor. Dulu kala sebelum mengenal Iwak Pe, rasanya aneh setengah nyuyut agak berbau. Begitu sudah mengenal rasanya yang dimasak pedes itu, whuuah…. nyaman.
Karena saya adalah penyuka menu makanan manis, maka saya tambahkan saja kecap manis dan beberapa kerupuk.
Hmm… ini baru masakan iwak Pe yang benar. Mengapa saya katakan seperti itu, karena seringkali saya menemukan warung pinggir jalan yang menawarkan “Penyet Iwak Pe”. Ini menurut lidah saya ‘ndak lazim’. Lazimnya iwak Pe itu ya dimasak lodeh. Orang semarang bilangnya ‘mangut’.

Setalah makan iwak Pe, digelontor es jeruk manis. uenak tenan. Ini resepnya


Bookmark and Share this article

Perlu juga dibaca:

3 comments
Leave a comment »

  1. aku gak sepiroo seneng iwak PE iku cak….soale rasane koyok onok panase nang tenggorokan….aku luwih seneng mangan iwak lele po iwak jaer sing digoreng garing….omong2 ndhik endhi warung sing peno critakno iki cak ? mbok yao awak ndhewe iki diajak pisan…lak ngunu a

  2. coba saya dikirimi iwak PE itu .. . pengen njajal. ketoke mak nyus yo :D

  3. Ini dia! Mangut lele! I like it! Kalo aku ke Sby dajak ke warung mangut ya…
    Mangut kutuk (ikan gabus) juga enak lho…

    Monggo…dipersilakan datang.  *sambil mangut-mangut*

Leave Comment

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word