Tetes Embun bercampur Darah Sahabat
03.Feb.2007 | By Embun | Category: Latest Article | Reader: 830 |Perasaan ngeri timbul di hati seorang tentara pada PD I, disana dia melihat sahabat karibnya terjebak di kancah peperangan sengit.
Terjepit di tengah desing peluru sahut-menyahut, si tentara tersebut meminta ijin komandannya yang seorang Letnan itu agar diijinkan untuk mendatangi tempat ‘lembah kematian’ untuk menolong sahabatnya.
“Kamu boleh pergi ke sana,” kata Letnan, “tetapi mungkin itu akan sia-sia bagimu. Begitu kamu sampai di sana, mungkin teman kamu sudah tewas, dan alih-alih membantu temanmu, kamupun bisa kehilangan nyawa”
Kata-kata Letnan tersebut tidak membuat sang prajurit bergeming. Ia tetap berjalan, tiarap, mengendap-endap dan lari menuju ke lembah kematian. Dengan susah payah dia berhasil mencapai tempat sahabatnya. Kemudia ia membopong sahabatnya tersebut, tertatih tatih menuju tempatnya semula.
Begitu sampai di tempat, pemimpinnya memperhatikan sahabatnya yang celaka itu. “Sudah kukatakan, itu akan sia-sia” kata Letnan. “Temanmu tidak bisa diselamatkan, dan kamupun sekarang terluka”
“Itu bukanlah pekerjaan yang sia-sia, pak. Itu sungguh memuaskan” kata si prajurit
“Apa maksudkmu tidak sia-sia” sang Letnan menanggapi, “temanmu itu sudah Mati !!”
“Benar pak, temanku mati” kata prajurit, “Tapi aku tidak sia-sia, sebab ketika aku datang mendapatkan dia, dia masih hidup dan saya benar-benar merasakan kepuasan dan bahagia, ketika saya mendengar ia berkata, ‘Jim, Aku tahu kamu pasti akan datang. Terima kasih, tidak sia-sia aku bertahan agar tetap hidup. Karena kini kamu telah datang kawan’”
Teman sesungguhnya adalah teman yang memberi tanpa pamrih dan rela melepas hak atas apa yang telah diberikannya, bahkan nyawanya. Sudahkan kita menjadi teman yang baik, sahabat sejati. Paling tidak satu orang dalam hidup ini????



loh ktnya teman itu sulit dicari..lbh gampang cri musuh jd klo dah punya temen yg abe musti djaga dunk
ik mahoe djahadie koweorang poenaj kawan boeng…
kepercayaan itu penting

ketika kamu dapat memimpikannya, kamu dapat meraihnya
(ini kutipan bebas dari buku “The Alchemist”)
Berbahagialah yang punya teman sejati. Saya juga.
Kang…..coba liat ” Hamburger Hill “….ato “Saving Private Ryan”……ato….”Naga Bonar”….he..he…makna tersirat tentang arti seorang sahabat ada di beberapa film tersebut……dalam “Black Hawk Down” dikatakan bahwa setelah desing peluru pertama terdengar….maka politik….ekonomi…sosial….apapun namanya akan sirna….yang ada hanyalah kawan disamping kita saat ini……
Cerita yang mencerahkan, semoga kita tetap jadi sahabat walaupun…… jarang saling mengunjungi….. hehehe…
*Yups… kita pakai theme yang sama, nggak apa-apa ya? Hanya saja di tempatku banyak fitur aku hilangkan, tinggal theme dasar dan u.tabs saja… tujuannya, supaya lebih sederhana saja. Makasih kunjungannya yang berembun dan menyejukkan…
Salam