Tetes Embun di Kelembutan tangan sang Ibu
22.Dec.2006 | By Embun | Category: Latest Article | Reader: 757 |Cerita in sebenernya postingan saya yang sudah lalu, tetapi saya pindah ke sini karena relevan dengan tema hari ini, Hari Ibu.
Ketika ibu saya berkunjung, ia mengajak saya untuk berbelanja bersamanya karena dia membutuhkan sebuah gaun yang baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan tersebut.
Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan ibu saya mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan ibu saya mulai frustasi. Akhirnya pada toko terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari tiga helai.
Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam ruang ganti pakaian, saya melihat bagaimana ia mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah payah mencoba untuk mengikat talinya.
Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan, iba yang dalam kepadanya.
Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari.
Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut. Pakaian ini begitu indah membelit tubuh ibu,dan dia pun memutuskan membelinya.
Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu, pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang gemetar sedang berusaha mengikat tali blusnya.
Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi saya, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati saya.
Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar ibu saya, mengambil tangannya, menciumnya dan yang membuatnya terkejut, memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini.
Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.
Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri.
Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu…
With Love to All Mother
Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ibu. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya……….. Ya Tuhan, berikan kekuatan dan kesempatan untuk dapat berbhakti dan membahagiakan ibu… jikalau 1 tahun terlalu banyak, cukuplah 1 hari saja. Jikalau 1 hari Engkau rasa terlalu banyak, cukupkan 1 menit saja..
Anonym



Nothing else i can say

except
I LOVE U MOMMMMM !!!!’
FFor everthing now n forever ….
i love u i love u n i love u mom
jadi penegn pulang dan peluk mommyku
hikz…
kita belum bisa membalas apa2 buat ibu kita
mereka memberi kita gratisan
dan kita yang kadang komersil
apa yang kita berikan ke mereka belum ada seujung kuku pemberian mereka ke kita
Lexapro….
Why does lexapro make me sleep all the time. Lexapro. Lexapro and alcohol….
Cymbalta….
Compare cymbalta lexapro. Cymbalta….
Side effects of drug lexapro….
Gain lexapro medication. Lexapro side effects. Lexapro when does it work. Lexapro. Lexapro and drinking….