Diagonal Advertising Banner Design

Radio berembun

21.Dec.2006 | By Embun | Category: Latest Article | Reader: 1,276 |

“..sebuah surat datangnya dari Pria Jelaga yang meminta lagu Bukalah Kacamatamu dari Rano Karno khusus ditujukan buat Gadis Pingitan di Gubug Asmara, pesannya –Dik kapan adinda bisa bertemu kakanda, walau hanya di mimpi.. Ditunggu 4×4 nya. Salam ATOS (Aku Terpesona oleh Senyummu)..”

old radio
Radio!! Ya, Radio adalah sebuah kata yang sebenarnya adalah nama untuk menyebut sebuah bentuk gelombang dengan panjang dan kerapatan tertentu. Namun dasar orang Indonesia, akhirnya yang disebut radio adalah justru kotak buatan pabrik yang dipakai untuk menerima pancaran gelombang radio.

Penggalan kata-kata di awal tulisan ini terdengar hampir setiap hari di radio transistor medio 80′an. Disuarakan oleh penyiar radio yang lumayan merdu.

Yah, memang pada saat itu radio yang dikategorikan kelas menengah (Mediocare) yang sebagian besar bermain di gelombang AM/MW, masih menempatakan pasar pendengarnya untuk kalangan menengah ke bawah, abg dan ibu-ibu.

Pada awalnya (pesawat) radio masih berbentuk sederhana, besar dan terbuat dari susunan tabung-tabung yang saya nggak tau, isinya apa. Mungkin rekan kita yang ahli IT itu tau. Kini yang namanya pesawat untuk menerima gelombang radio sudah semakin canggih, semakin kecil. Jika dulu masih memakai tabung, kemudian berkembang menjadi lebih kompak setelah ditemukannya transistor. Kini semakin kecil dengan teknologi digital, bisa digabung apa saja, seperti MP3 player bahkan ponsel.

Saya masih ingat jaman-jaman susah waktu itu saat TV masih hitam putih dan masih memakai AKI (accu) sebagai sumber tenaga, yang siarannya baru dimulai pukul 5 sore. Saat itu, yang namanya radio adalah perlengkapan wajib yang dipakai ibu-ibu sebagai satu-satunya model hiburan interaktif.

Jika memasak di dapur selalu membawa radio baterai, tetanggaku yang petani penggarap pergi ke sawah juga bawa radio baterai, mbak-mbak mencuci di sumur juga bawa radio baterai. Bercengkerama dengan adik-adiknya juga ditemani radio baterai. Siaran yang ada hanya pada gelombang MW/AM, suaranya ‘kemerosok’ gak setereo. Syukur-syukur bisa mendengarkan siaran BBC London. Sedang enak-enaknya mendengarkan radio, beterai habis. Apa lacur, demi efisiensi, baterai tersebut dipepe (dijemur). Kata orang yang dianggap tau, radio bisa dihidupkan (turn on) lagi meski cuma sebentar. Waktu itu terasa tenang dan nyaman, karena tidak ada gangguan miskol atau sms, ataupun video porno.

Kini, meski radio bukan lagi menjadi primadona hiburan, tetapi kehadirannya tetaplah dibutuhkan. Di Surabaya, muncul stasiun radio yang memiliki program interaktif pendengar untuk menyiarkan kondisi lalu lintas yang ditemui di jalan. Hal ini sangat membantu bagi pengemudi lainnya untuk menghindari jalan yang menemui hambatan. Ada juga yang andalannya adalah Campursari, dengan segmen pasar nostalgia.

Ketika mulai bekerja di Surabaya, (belum memiliki radio digital yang bisa scanning channel) bingung mau dengerin radio, tetapi gak tau gelombangnya. Maka ya saya catat saja gelombangnya. Hasilnya:

SURABAYA

  • FM 102.7 : MTB (mahaiswa turun bekerja)
  • FM 100.0 : SS (suara surabaya)
  • FM 105.1 : JJ’S
  • FM 105.9 : EBS
  • FM   96.0 : MERCURY
  • FM   88.5 : METRO
  • FM   95.1 : RRI pro-2
  • FM   90.1 : MEDIA
  • FM   91.3 : DELTA

MALANG

  • FM   98.0 : KDS-8
  • FM   89.6 : ANDALUS
  • FM 100.0 : KALIMAYA BHASKARA
  • FM 103.7 : PUSPITA FM

YOGYAKARTA

  • ….

BANDUNG

  • ….

JAKARTA

  • ….

Belum lengkap sih, karena sibuk belajar blog dengan mengamati aktifitas di suhu blog Indonesia, yaitu paman tukang gombal, mas Jay, ndoro kakung, mas Puji sutera, Bung Priyadi, dsb. Kalau ada yang bisa membantu melengkapi dan mengkoreksi (juga untuk kota lain), terima kasih sekali.. Matur nuwun.

foto dari ticketsplus.com


Bookmark and Share this article

Perlu juga dibaca:

3 comments
Leave a comment »

  1. wuah semarang nga masuk daftar list, aniwei merry christmas and happy new year ja..have a wonderful christmas

    Merry Christmas juga (bener ya??)…. Let God’s hand bring us to better life and peaceful.

  2. 4×4=16
    sempat gag sempat harap dibalas
    salam kompersa ( kompak persahabatan selalu ) :)
    -Have a nice holiday -

    Thanks a lot. Salam kenal lewat udara.

  3. hehe….jadi inget kenangan masa saya yang punya radio segede gaban, yang fungsinya buat dengerin lagu2 doang maklum jaman dulu kaset buat saya mahal banget lagian tapenya gak punya :( yah terpaksa deh dengerin radio saban hari dan ampe sekarang masih kebawa suka banget dengerin radio

Leave Comment

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word