Minyak Wangi
27.Nov.2008 | By WongBagus | Category: Tahukah anda | Reader: 894 |Minyak wangi a.k.a Parfum (Perfume) dalam bentuk seperti yang sekarang ini, ditemukan pertamakali pada 1580-1085 BC di Mesir.
Minyak wangi sendiri dapat dibedakan menurut perbandingan minyak wewangian (fragrance oil) dengan alkohol pelarut menjadi beberapa jenis, mulai dari After Shave, EDC, EDT, EDP hingga Perfume.
Berikut secara prorata jenis minyak wangi berdasarkan banyaknya kandungan minyak wangi:
Eau Fraiche : kurang dari 3% fragrance oil
After shave : 1% hingga 3% fragrance oil
Eau de Cologne : 3% hingga 5% fragrance oil
Eau de Toilette : 5% hingga 15% fragrance oil
Eau de Parfum : 15% hingg 20% fragrance oil
Parfum : 20% hingga 30% fragrance oil
Parfum biasanya cukup dioleskan (tipped) di atas permukaan kulit. Tingkat daya tahan wawangian tergantung dari cuaca dan jenis kulit. Semakin rendah tingkat kandungan minyak wangi dan semakin tinggi jumlah alkohol pelarut, maka daya tahan semakin menurun.
Untuk pemakaian di atas permukaan kain / baju, sebaiknya untuk wewangian dengan kadar fragrance oil maksimal 10%. Jadi maksimal EDT bisa dipakai di pakaian, selebihnya cukup di kulit. Jika kadar minyak terlalu tinggi, dikuwatirkan akan menimbulkan noda di pakaian.
Tips:
- Semprotkan wewangian pada sisir sebelum menyisir rambut. Ini akan lebih efektif dibandingkan disemprotkan atau dicipratkan ke kulit.
- Jika menginginkan campuran aroma, bisa memakai beberapa merk wewangian, tetapi pilihlah yang berbahan baku arome sejenis.
Sumber: mixed.




nice info thank for sharing about perfume