Diagonal Advertising Banner Design

Microblogging berembun (part 2)

04.Oct.2008 | By Embun | Category: Internet | Reader: 652 |

Pada tulisan yang lalu, saya menulis tentang microblogging secara sambil lalu. Salah satu media yang dapat dipakai untuk melakukan microblogging adalah TWITTER dan P.L.U.R.K

P L U R K

Layanan microblogging yang relatif baru tetapi langsung melejit menjadi sebuah fenomena tersendiri. Saat ini banyak blogger yang memanfaatkan Plurk sebagai tempat untuk sekedar menuliskan perasaannya, atau curhat. Sebagai maskot adalah makhluk yang aneh, berbadan gajah, tetapi tanpa kepala dan ada tulang yang menonjol. Jika menulis artikel di blog disebut posting, di plurk istilahnya adalah Plurking.

Plurking secara umum hanyalah sebuah tempat dimana kita bisa berbagi tentang perasaan kita, sekaligus mengetahui perasaan dan suasana hati teman-teman kita dalam satu jejaring sosial.

Di dalam plurk, kita akan mendapat sebuah area berbentuk lini waktu (timeline). Hal-hal yang kita tulis maupun yang ditulis rekan-rekan kita akan disusun berdasarkan urutan waktu posting.

Seperti halnya konsep microblogging, kita tetap bisa bertindak sebagai follows ataupun sebagai followed. Kita bisa membuat networking kita sendiri terbatas beberapa orang saja atau kita bisa menambah teman dalam lingkungan jaringan berapapun kita mau, (asalkan orang tersebut setuju bergabung sebagai teman kita)

Apa istimewanya Plurking?

- Bahasa
Saat ini kita sudah bisa menggunakan plurk dengan bahasa Indonesia sebagai interfacenya.

- Reserved Word
Untuk mempermudah dalam melukiskan perasaan/kondisi kita saat ini, plurking sudah menyiapkan beberapa reserved word umum seperti ‘[is]‘, ‘[asks]‘, ‘[says]‘, ‘[shared]‘, ‘[wonders]‘, ‘[wants]‘, dsb.
Misalkan, si Abu ingin makan di restoran padang dan ia ingin berbagi ke jaringan plurknya, ia tinggal memilih [wants] sebagai keyword. Nama ‘Abu’ sudah otomatis ditambahkan di depan.

Di timeline akan muncul sebagai berikt:
“Abu [wants] makan-makan di restoran padang. Siapa mau traktir?”

- Karma
Nah, Karma inilah yang membuat plurk menjadi sebuah makhluk yang menggemaskan, menjengkelkan, sekaligus sebagai daya tarik orang untuk selalu memanfaatkan plurk sebagai media curhat.

Karma ini akan naik atau turun, tergantung keaktifan kita dan rekan-rekan kita dalam plurking. Semakin kita aktif, Karma semakin naik. Nah, ketika Karma naik, ada fasilitas-fasilitas tambahan sesuai dengan tingkat karma itu sendiri. Misalnya, pada posisi karma diatas 25, anda akan bisa mendapat tambahan emoticon dan fasilitas untuk mengatur warna tampilan. Karma diatas 50, maka anda bisa mendapat fasilitas yang lebih lainnya. Istilahnya naik kelas.

Karma ini cukup sensitif terhadap keaktifan kita dalam menulis curhat (plurking). Jika kita lagi malas menulis sekitar 15 jam, si Karma sudah turun. Dan semakin turun.

Jika karma turun terus, dan melewati batas tertentu, kita bisa kehilangan fasilitas yang sudah pernah didapatkan (sesuai tingkat karma) atau istilahnya turun kelas.

Karma tertinggi adalah Nirvana dengan nilai 100.

- Widget
Fasilitas tambahan untuk ditempelkan pada blog kita, supaya pengunjung blog bisa juga mengikuti curhat kita tanpa harus masuk ke website Plurk. Contohnya di blog ini saya tampilkan widget di sebelah shoutbox.

- Mobile Plurking
Fasilitas ini memungkinkan kita untuk selalu meng-update plurk kita, tanpa harus di depan komputer. Cukup dengan ponsel yang memiliki browse dan bisa terhubung dengan internet. Caranya ketik : www.plurk.com /m

Plurking dengan lebih mendalam.

Anda bisa menambahkan beberapa efek di plurking untuk menarik perhatian dan menuliskan suatu hal dengan maksud tertentu:

**bold** : Untuk menuliskan huruf tebal, tambahkan (**) 2x asterisk sebelum kata dan sesudah kata yang akan ditebalkan.

*italic* : Untuk menuliskan huruf miring, tambahkan (*) asterisk sebelum kata dan sesudah kata yang akan dimiringkan.

__underline__ : Untuk menuliskan huruf dengan garis bawah, tambahkan (__) 2x Low Line sebelum kata dan sesudah kata yang akan diberi garis bawah.

`monospace`: Untuk menuliskan huruf dengan lebar karakter sama, tambahkan (`) grave-accent sebelum kata dan sesudah kata yang akan dijadikan monospace

(linkable text) : Untuk menyingkat suatu link, tambahkan sebuah kata yang diapit oleh tanda kurung. Misalnya untuk membuat kata ‘Embun’ merujuk ke link blog saya, anda cukup menuliskan plurking sbb:

Abu [wants] baca blog di www.tetes-embun.org (Embun)“.

(userlink) : Anda bisa merujuk ke tulisan Plurker lain dengan menambahkan tanda “@” didepan nama user. Contohnya “Abu [shared] tulisan si @embun“. Maka akan muncul link ke tulisan-tulisan saya ini, karena username saya adalah ‘embun’.

Menempelkan Gambar / Video

Cukup mudah. Anda hanya cukup menuliskan url image/ video anda pada kolom yang disediakan. Beberapa penyedia image sharing adalah Photobucket, Imageshack, Flickr dan video paling umum adalah YouTube.

Contoh: “Abu [berbagi] http://www.flickr.com/photos/colloidfarl/1546639577/

“Punya blog, belum lengkap jika belum punya Plurk”


Bookmark and Share this article

Tags: , ,

Perlu juga dibaca:

5 comments
Leave a comment »

  1. saya lagi prei ngeplurk jeh. entar kalo sudah minat lagi ya ngeplurk :D

  2. @pamantyo
    Saya merasa kehilangan paman…. Paman ga ngerasa kehilangan Karma???

  3. plurk..??

    belum nemu celah kenikmatannya…

  4. [...] anda pengguna microblogging semacam Plurk dan Twitter, anda pasti sudah tahu bagaimana cara men-tag teman kita di status dengan keyword [...]

  5. Bagus Reviewnya..

    Jika berkenan silahkan berunjung ke Twitter Ala Indonesia

    Salam Blogger Maniak!..

Leave Comment

CommentLuv Enabled

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word